Judul : Ayah Mengapa Aku Berbeda ?
Pengarang : Agnes Davonar
Penerbit : Inandra/Intibook Publishing
Tahun terbit : 2011
Kota terbit : Jakarta
Cetakan : Kesatu, 2011
Tebal buku : viii ; 224 halaman
ISBN : 978-979-056-136-6
Sinopsis
Agnes Davonar merupakan nama pena dari Agnes Li dan Teddy Li. Kakak beradik yang mencapai masa keemasannya melalui karya - karya best - seller-nya. Nama Agnes pada Agnes Davonar tentunya diambil dari nama Agnes sendiri. Sedangkan nama Davonar, diambil dari inisial yang menggambarkan Teddy lewat orang terdekat Teddy. Cerita - cerita yang mereka post di Friendster ini pun telah berhasil merebut predikat pertama situs yang paling banyak dikunjungi dari sebuah web top100.com. Salah satu novelnya yang mencuri perhatian dan juga telah diangkat menjadi sebuah film ialah novel yang berjudul ‘Ayah Mengapa Aku Berbeda ?’ yang diangkat melalui kisah nyata. Novel lainnya yang terkenal yang juga telah diangkat menjadi sebuah film layar lebar ialah novel yang berjudul ‘My Idiot Brother’ dan ‘Surat Kecil Untuk Tuhan’. Namun disini saya akan membahas tentang novelnya yang berjudul ‘Ayah Mengapa Aku Berbeda ?’. Hidup dalam kesunyian, itulah yang dirasakan oleh Angel yang terlahir sebagai penderita tunarungu. Namun, itu tidak membuatnya patah semangat. Ditambah dengan lingkungan sekolah yang berisikan ‘orang - orang’ seperti Angel, membuat dia merasa tidak sendiri. Ibunya yang juga bernama Angel, telah meninggal beberapa detik saat Angel kecil lahir ke dunia. Semuanya berjalan normal seperti biasanya, hingga kejadian yang mengubah hidup Angel terjadi. Sang Nenek yang meninggal dunia yang membuat Martin (Ayah Angel) memutuskan untuk pindah rumah ke Jakarta dan hal itu membuat Angel marah. Namun apa daya, Ia tidak mungkin tinggal sendiri di Semarang.
Hari pertama di Jakarta yang sangat melelahkan membuat Martin dan Angel memutuskan untuk beristirahat di kamar masing - masing. Tentu saja, dengan Angel yang masih belum menerima kepindahan mereka ke rumah masa kecil sang Ayah.
Keesokkan harinya, Angel dan Martin mencari sekolah baru. Selama Angel bersekolah di Semarang, Ia termasuk murid yang pandai dibanding teman - temannya yang lain. Hal itu yang membuat Martin mencoba menyekolahkan Angel di sekolah umum. Namun Martin harus merasakan pahitnya penolakkan setelah pihak Kepala Sekolah mengetahui bahwa Angel merupakan penderita tunarungu. Awalnya Martin sangat kecewa dan marah terhadap Kepala Sekolah tersebut, namun semua itu ditahannya dan Ia langsung menarik Angel untuk keluar dari ruangan. Namun, belum jauh Martin dan Angel berjalan dari ruangan, Kepala Sekolah itu memanggil Martin dan mengatakan bahwa Angel dapat bersekolah di tempat itu. Kekecewaan dan kemarahan Martin berubah seketika menjadi rasa kegembiraan.
Hari pertama bersekolah, Angel mengikuti pelajaran dan mendapatkan teman sebangku yang bernama Hendra. Namun saat jam istirahat, teman sekelasnya yang bernama Agnes ternyata tidak menyukainya dan mengatakan bahwa Angel tidak pantas untuk bersekolah ditempat itu. Selain perkataan kasar yang Agnes berikan kepada Angel sebagai bentuk ‘perkenalan’, Agnes juga menumpahkan isi bekal milik Angel.
Ternyata, Agnes masih belum puas dengan sesi menumpahkan bekal milik Angel. Agnes pun pernah memberikan roti kecoa dan hal lainnya yang tidak mengenakkan kepada Angel. Hingga pada suatu hari, saat Angel bosan menunggu hujan reda, Agnes membentak Angel dan menjadikannya pusat perhatian di ruangan musik ketika Angel dengan tidak sengaja memasukinya. Saat itu Angel sangat penasaran dengan sebuah piano yang berada di sudut ruang musik.
Keesokan harinya, Angel bercerita kepada Hendra dan sebuah ide milik Hendra memberikan harapan kepada Angel. Tanpa diketahui oleh siapapun, Angel dan Hendra secara diam - diam memasuki ruangan musik dan Angel mencoba memainkan piano. Dengan tidak disangka - sangka, ternyata permainan piano Angel sangat memukau dan menuai pujian dari Hendra. Namun masalah tiba ketika Ibu Katrina yang merupakan guru musik memasuki ruangan. Tetapi, bukannya mendapat hukuman, melainkan Angel medapat pujian dari bu Katrina aras permainan pianonya dan Angel ditawarkan untuk masuk kedalam grup musik sekolah. Dengan perasaan senang, Angel menerimanya.
Rasa benci Agnes kepada Angel semakin bertambah, apalagi setelah mengetahui bahwa Angel masuk ke grup musik sekolah. Berbagai cara Ia lakukan agar Angel tidak betah berada di grup musik tersebut. Namun kenyataannya, Angel tetap bertahan di grup musik ditambah lagi sahabatnya, Hendra juga ikut bergabung dalam grup musik sekolahnya.
Hingga sebuah kabar yang membuat Angel merasa bangga ialah grup musiknya akan tampil di acara ulang tahun sekolah dan Ia dengan kelompoknya yang termasuk Agnes dan kawan - kawannya dan juga Hendra didalamnya untuk tampil dalam acara tersebut. Hal itu yang membuat Angel sering bertemu dengan Agnes dan kawan - kawannya. Agnes pun semakin gencar melancarkan aksinya agar Angel keluar dari grup musiknya.
Awalnya, Angel merasa tidak keberatan dengan gangguan Agnes, namun semuanya menjadi buruk ketika Ayahnya masuk kerumah sakit ditambah Hendra yang juga dirawat ke Singapura secara mendadak. Semua yang dilakukan oleh Agnes dan kawan - kawannya kepada Angel, membuat Angel ingin menyerah. Tetapi Angel ingat akan janjinya kepada Hendra dan juga niatnya yang ingin mebuat sang Ayah bangga akan bakatnya. Maka Angel tetap berjuang dan bertahan dari cercaan yang dilakukan Agnes dan kawan - kawannya.
Hingga hari penampilan itu tiba, hanya Angel yang menampilkan bakatnya karena semua orang dikelompoknya mendapat ancaman dari Agnes. Angel dengan dandanan yang dibuat oleh Agnes dan kawan - kawannya pun mulai menekan tuts piano dan menghasikan sebuah nada yang sangat indah. Penampilan Angel pun ditutup dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh penonton, termasuk Martin yang datang menggunakan kursi rodanya.
Kelebihan
1. Pengambilan cerita melalui kisah nyata, membuat pembaca merasa dekat dengan novel ini dan dapat terjun langsung kedalam imajinasi.
2. Penggunaan bahasa yang ringan mempermudah pembaca untuk semakin merasakan apa yang dirasakan pembaca.
3. Banyak pesan moral yang disampaikan Agnes Davonar dalam novel ini.
Kelemahan
1. Background cover yang sangat monoton.
2. Terdapat kesalahan penulisan kata.
Penilaian
Novel ‘Ayah Mengapa Aku Berbeda ?’ memiliki banyak manfaat yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari. ‘Menghargai sesama karena semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing’ merupakan hal yang disampaikan Agnes Davonar secara garis besar kepada pembacanya. Mengenyampingkan tentang background novel yang memiliki ‘kekurangan’, novel yang juga telah diangkat menjadi film layar lebar dan juga sebuah sinetron pada sebuah TV swasta ini cocok untuk dibaca oleh kalangan manapun.

semua karya karya mu bagus...hanya saja kamu belum dapat menempatkan kata depan dan imbuhan dengan tepat.
BalasHapus