Komunikasi massa merupakan salah satu kebutuhan masyarakat terkhusus dalam penerimaan informasi dari dunia luar yang tidak memungkinkan untuk mendapatkannya secarapersonal. Seperti yang telah diketahui bahwa penyampaian komunikasi massa menggunakan media yang disebut media massa. Media massa pun sudah banyak bentuknya mulai dari media massa konvensional atau cetak (seperti koran, majalah, tabloid, dan sebagainya), media massa elektronik (seperti televisi dan radio), hingga yang terbaru ialah media massa digital yang merupakan penggunaan media digital seperti Twitter, YouTube, dan aplikasi digital lainnya dalam mempublikasikan berita. Dari komunikasi massa tersebut, terdapat beberapa teori yang membahas mengenai penyebaran dan penyampaian berita oleh media, penyesuaian media terhadap khalayak, penggiringan opini masyarakat melalui berita dari media, dan masih banyak lagi. Salah satu teori dari komunikasi massa ialah agenda setting theory.
Agenda
setting theory atau teori agenda setting dicetuskan oleh 2 peneliti dari Universitas
North Carolina, Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Awalnya McCombs dan Shaw
menggunakan teori ini untuk menjelaskan penelitiannya mengenai fenomena
kegiatan kampanye pemilu Amerika Serikat pada tahun 1968, hingga 4 tahun
setelah penelitiannya itu (1972), McCombs dan Shaw mengumumkan bahwa hasil
riset yang dilakukan menguatkan hipotesis dan menamakan teori tersebut dengan agenda
setting theory. Teori agenda setting
ini hadir sebagai pengarahan media terhadap publik mengenai isu apa yang
seharusnya menjadi pembahasan, hal ini terjadi dikarenakan masyarakat berasumsi
bahwa apa yang dibahas media massa merupakan hal yang memang sepatutnya untuk
dibahas bersama. Teori ini juga menegaskan fungsi berita yang bersifat
persuasif atau membujuk pembaca, pendengar, atau penonton berita agar
memberikan perhatian lebih besar terhadap berita yang ditayangkan. Banyak
beberapa peristiwa media yang menggunakan teori ini dalam penyebaran berita,
yang belum lama ini terjadi ialah pemberitaan mengenai investigasi pembakaran
hutan hujan secara sengaja di Papua yang dilakukan oleh perusahaan dari Korea
Selatan untuk ditanami pohon kelapa sawit. Berita tersebut pertama kali
dipublikasikan oleh jurnalis dari BBC Indonesia melalui kanal YouTube BBC News
Indonesia. Dari sanalah, berita tersebut menjadi banyak dibahas oleh media
massa lainnya dan juga menjadi pembahasan yang hangat oleh pengguna internet
khususnya di Instagram dan Twitter pada 16 November 2020 lalu. Lalu belum ada
seminggu berita tersebut turun, media kembali menggunakan teori agenda setting
dengan menyuguhkan berita dari salah satu tokoh yang cukup dikenal di
Indonesia, yaitu berita mengenai kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS). Kepulangan
pendiri organisasi Front Pembela Islam (FPI) ini menjadi topik yang dibahas
oleh sebagian besar media, baik media cetak, elektronik, dan juga media
digital. Mulai dari anggota FPI yang menyambut kedatangan HRS di bandara
Soetta, pertemuan HRS dengan Gubernur DKI Jakarta, hingga yang baru saja
terjadi ialah acara pernikahan putri HRS. Dari 1 tokoh tersebut yang
diberitakan berbagai media, juga memberikan efek terhadap masyarakat.
Masyarakat secara sadar maupun tidak menjadikan HRS sebagai topik pembahasan,
baik itu yang pro maupun kontra terhadap kepulangan HRS.
Menilik
pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada Mei 2020, salah satu anggota band,
I Gede Ari Astina atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Jerinx juga menjadi topik dan menjadi sorotan media
luas. Berawal dari pernyataannya di media sosial Twitter pribadinya yang
mengatakan bahwa Covid-19 merupakan konspirasi yang sengaja dibuat menjadi isu
besar. Pernyataan tersebut semakin menjadi isu hangat ketika Jerinx menjadi
salah satu narasumber pada program Sapa Indonesia yang ditayangkan secara
langsung oleh Kompas TV pada 6 Mei lalu, Jerinx dan Aiman (pembawa acara Sapa
Indonesia) menjadi trending di Twitter juga menjadi bahan pemberitaan oleh
banyak media. Hingga sekarang pun Jerinx menjadi sorotan media dan menjadi
topik yang masih banyak dibahas oleh masyarakat secara offline maupun
online pasca penetapan hukuman penjara akibat pernyataannya mengenai IDI
(Ikatan Dokter Indonesia) pada Juni 2020 lalu.
Menarik
kembali pada 4 tahun lalu ketika Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal
Ahok menjadi sorotan hampir seluruh media mengenai kasus pidatonya yang
disebut-sebut menodai agama Islam. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal
dengan sikap tegasnya dan tidak segan memarahi orang-orang yang tidak taat
aturan itu menjadi topik pembahasan media selama kurang lebih 1 tahun
(terhitung dari awal penuduhan hingga penetapan bersalah di pengadilan). Kasus
ini pula yang memunculkan demonstrasi yang cukup besar yang memprotes tentang
penurunan Ahok sebagai Gubernur DKI pada masa itu.
Dari beberapa contoh diatas dapat digarisbawahi bahwa teori agenda setting yang digunakan oleh media massa memiliki pengaruh yang besar terhadap respon masyarakat mengenai isu yang dibahas oleh masyarakat. Terlihat pada seberapa lama media membahas suatu topik berjalan lurus dengan seberapa lama khalayak membahas topik tersebut, baik secara offline maupun online.
Refrensi:
1.
Jurnal
dan Buku
Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. In Morissan, Teori
Komunikasi: Individu Hingga Massa (pp. 494-497). Jakarta: PRENADAMEDIA
GROUP.
Ritonga, E. Y. (2018). Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi. SIMBOLIKA,
32-41.
2.
Website
Adhimurti Citra Amalia
S.Ant, .. (2020, April 13). TEORI AGENDA SETTING DAN FRAMING DALAM MEDIA
RELATIONS. Retrieved from BINUS UNIVERSITY:
https://binus.ac.id/malang/2020/04/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations/
Aiman dan Jerinx Trending Setelah Live di Acara Sapa Indonesia Rabu 6 Mei
2020.
(2020, Mei 7). Retrieved from kembara.id: https://kembara.id/aiman-dan-jerinx-trending-setelah-live-di-acara-sapa-indonesia-rabu-6-mei-2020/
Haryanto, A. (2020, Agustus 7). Kronologi Kasus Jerinx dan IDI Soal
Corona Hingga Diperiksa Polisi. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/kronologi-kasus-jerinx-dan-idi-soal-corona-hingga-diperiksa-polisi-fWh6
Teori Agenda Setting dalam Komunikasi (Agenda Setting Theory). (2017, April 22). Retrieved from
PakarKomunikasi.com: https://pakarkomunikasi.com/teori-agenda-setting
Catatan:
Tulisan ini sepenuhnya ditulis berdasarkan pemahaman penulis dan berdasarkan hasil bacaan yang tercantum dalam refrensi, penulis menyadari akan adanya kekurangan dari tulisan ini, oleh karena itu untuk diberi kritik maupun sarannya pada kolom komentar dibawah ini.

Komentar
Posting Komentar