Langsung ke konten utama

‘Jadwal’ Media Indonesia dan Tokoh Terkenal

   

pict: pixabay.com
 

    Komunikasi massa merupakan salah satu kebutuhan masyarakat terkhusus dalam penerimaan informasi dari dunia luar yang tidak memungkinkan untuk mendapatkannya secarapersonal. Seperti yang telah diketahui bahwa penyampaian komunikasi massa menggunakan media yang disebut media massa. Media massa pun sudah banyak bentuknya mulai dari media massa konvensional atau cetak (seperti koran, majalah, tabloid, dan sebagainya), media massa elektronik (seperti televisi dan radio), hingga yang terbaru ialah media massa digital yang merupakan penggunaan media digital seperti Twitter, YouTube, dan aplikasi digital lainnya dalam mempublikasikan berita. Dari komunikasi massa tersebut, terdapat beberapa teori yang membahas mengenai penyebaran dan penyampaian berita oleh media, penyesuaian media terhadap khalayak, penggiringan opini masyarakat melalui berita dari media, dan masih banyak lagi. Salah satu teori dari komunikasi massa ialah agenda setting theory.

Agenda setting theory atau teori agenda setting dicetuskan oleh 2 peneliti dari Universitas North Carolina, Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Awalnya McCombs dan Shaw menggunakan teori ini untuk menjelaskan penelitiannya mengenai fenomena kegiatan kampanye pemilu Amerika Serikat pada tahun 1968, hingga 4 tahun setelah penelitiannya itu (1972), McCombs dan Shaw mengumumkan bahwa hasil riset yang dilakukan menguatkan hipotesis dan menamakan teori tersebut dengan agenda setting theory.  Teori agenda setting ini hadir sebagai pengarahan media terhadap publik mengenai isu apa yang seharusnya menjadi pembahasan, hal ini terjadi dikarenakan masyarakat berasumsi bahwa apa yang dibahas media massa merupakan hal yang memang sepatutnya untuk dibahas bersama. Teori ini juga menegaskan fungsi berita yang bersifat persuasif atau membujuk pembaca, pendengar, atau penonton berita agar memberikan perhatian lebih besar terhadap berita yang ditayangkan. Banyak beberapa peristiwa media yang menggunakan teori ini dalam penyebaran berita, yang belum lama ini terjadi ialah pemberitaan mengenai investigasi pembakaran hutan hujan secara sengaja di Papua yang dilakukan oleh perusahaan dari Korea Selatan untuk ditanami pohon kelapa sawit. Berita tersebut pertama kali dipublikasikan oleh jurnalis dari BBC Indonesia melalui kanal YouTube BBC News Indonesia. Dari sanalah, berita tersebut menjadi banyak dibahas oleh media massa lainnya dan juga menjadi pembahasan yang hangat oleh pengguna internet khususnya di Instagram dan Twitter pada 16 November 2020 lalu. Lalu belum ada seminggu berita tersebut turun, media kembali menggunakan teori agenda setting dengan menyuguhkan berita dari salah satu tokoh yang cukup dikenal di Indonesia, yaitu berita mengenai kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS). Kepulangan pendiri organisasi Front Pembela Islam (FPI) ini menjadi topik yang dibahas oleh sebagian besar media, baik media cetak, elektronik, dan juga media digital. Mulai dari anggota FPI yang menyambut kedatangan HRS di bandara Soetta, pertemuan HRS dengan Gubernur DKI Jakarta, hingga yang baru saja terjadi ialah acara pernikahan putri HRS. Dari 1 tokoh tersebut yang diberitakan berbagai media, juga memberikan efek terhadap masyarakat. Masyarakat secara sadar maupun tidak menjadikan HRS sebagai topik pembahasan, baik itu yang pro maupun kontra terhadap kepulangan HRS.

Menilik pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada Mei 2020, salah satu anggota band, I Gede Ari Astina atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Jerinx juga menjadi topik dan menjadi sorotan media luas. Berawal dari pernyataannya di media sosial Twitter pribadinya yang mengatakan bahwa Covid-19 merupakan konspirasi yang sengaja dibuat menjadi isu besar. Pernyataan tersebut semakin menjadi isu hangat ketika Jerinx menjadi salah satu narasumber pada program Sapa Indonesia yang ditayangkan secara langsung oleh Kompas TV pada 6 Mei lalu, Jerinx dan Aiman (pembawa acara Sapa Indonesia) menjadi trending di Twitter juga menjadi bahan pemberitaan oleh banyak media. Hingga sekarang pun Jerinx menjadi sorotan media dan menjadi topik yang masih banyak dibahas oleh masyarakat secara offline maupun online pasca penetapan hukuman penjara akibat pernyataannya mengenai IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada Juni 2020 lalu.

Menarik kembali pada 4 tahun lalu ketika Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal Ahok menjadi sorotan hampir seluruh media mengenai kasus pidatonya yang disebut-sebut menodai agama Islam. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan sikap tegasnya dan tidak segan memarahi orang-orang yang tidak taat aturan itu menjadi topik pembahasan media selama kurang lebih 1 tahun (terhitung dari awal penuduhan hingga penetapan bersalah di pengadilan). Kasus ini pula yang memunculkan demonstrasi yang cukup besar yang memprotes tentang penurunan Ahok sebagai Gubernur DKI pada masa itu.

Dari beberapa contoh diatas dapat digarisbawahi bahwa teori agenda setting yang digunakan oleh media massa memiliki pengaruh yang besar terhadap respon masyarakat mengenai isu yang dibahas oleh masyarakat. Terlihat pada seberapa lama media membahas suatu topik berjalan lurus dengan seberapa lama khalayak membahas topik tersebut, baik secara offline maupun online.



Refrensi:

1.      Jurnal dan Buku

Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. In Morissan, Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa (pp. 494-497). Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP.

Ritonga, E. Y. (2018). Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi. SIMBOLIKA, 32-41.

 

2.      Website

Adhimurti Citra Amalia S.Ant, .. (2020, April 13). TEORI AGENDA SETTING DAN FRAMING DALAM MEDIA RELATIONS. Retrieved from BINUS UNIVERSITY: https://binus.ac.id/malang/2020/04/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations/

Aiman dan Jerinx Trending Setelah Live di Acara Sapa Indonesia Rabu 6 Mei 2020. (2020, Mei 7). Retrieved from kembara.id: https://kembara.id/aiman-dan-jerinx-trending-setelah-live-di-acara-sapa-indonesia-rabu-6-mei-2020/

Haryanto, A. (2020, Agustus 7). Kronologi Kasus Jerinx dan IDI Soal Corona Hingga Diperiksa Polisi. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/kronologi-kasus-jerinx-dan-idi-soal-corona-hingga-diperiksa-polisi-fWh6

Teori Agenda Setting dalam Komunikasi (Agenda Setting Theory). (2017, April 22). Retrieved from PakarKomunikasi.com: https://pakarkomunikasi.com/teori-agenda-setting


Catatan:

Tulisan ini sepenuhnya ditulis berdasarkan pemahaman penulis dan berdasarkan hasil bacaan yang tercantum dalam refrensi, penulis menyadari akan adanya kekurangan dari tulisan ini, oleh karena itu untuk diberi kritik maupun sarannya pada kolom komentar dibawah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengharapan Bagian 2/2

“Aku  mau  ini,  boleh?”  anak  kecil  bawel  itu  kembali  menanyakan  hal  yang  sama  kepadaku. “ No !” “Oke” 1  menit  kemudian “ How  about  this?”   tanyanya  lagi. “ Listen  my  baby  girl !  Kamu  udah  makan  permen  coklat  hampir  satu  toples  pada  hari  ini.  Nanti  kalau  gigi  kamu  semakin  menghilang,  bagaimana?” Entah  hanya  perasaanku  atau  bagaimana,  aku  mencium  bau  khas.  Yang  sudah  2  tahun  ini  tidak  ku  cium. “Itu  anak  kamu?” Seperti  petir  disiang  yang  terik.  Bergemuruh  bersamaan  dengan  detak  jantung  yang  tidak  karuan. Ya,  benar!  Aku  tidak  sa...

MCU dengan Kearifan Lokal

Lahirnya Jagoan Pembela Keadilan di Indonesia Siapa yang tidak tau tentang MCU? Pasti hampir semua orang dari berbagai kalangan tau atau setidaknya pernah mendengar kata itu. Film yang mengangkat tema superhero dari Amerika ini sukses menyita perhatian. Mulai dari alur ceritanya maupun para aktor dan aktris yang membuat mata menjadi segar. Lalu jika Amerika mempunyai MCU, lalu bagaimana dengan Indonesia? Tak mau kalah dan pastinya tidak terkalahkan pula, Indonesia memiliki Jagat Sinema Bumilangit ( Bumilangit Cinematic Universe ) yang pada hari Senin, 29 Agustus 2019 mengeluarkan seri pertamanya yang berjudul Gundala. Film besutan Joko Anwar (Pengabdi Setan, 2017) ini sukses membuat saya berdecak kagum sepanjang film tersebut ditayangkan. Mulai dari efek yang dibuat sangat detail, alur cerita yang complicated namun penyampaian yang sangat bagus, dan para pemain yang tidak setengah-setengah. Ditambah dengan film ini merupakan film pertama di Indonesia yan menggunakan tata suara...