Langsung ke konten utama

Penari Kecil

Minggu lalu, masih hangat diingatanku
Di pinggiran jalan yang ramai
Menarilah lelaki kecil itu
Dengan peluh berderai
Disambutkan kelabu udara yang semakin menebal
Setebal bedak yang menutupi seluruh mukanya

Senyum pun tak tak pernah luntur terbingkai diwajahnya
Entah begitu wataknya
Atau memang keadaan perut yang memaksa
Memaksa demi sepeser kertas berharga yang akan membawanya ke kebahagiaan yang sementara
Yang tiada dua

Tubuh mungil berbalutkan baju dekil
Terus menari tanpa henti
Diiringi mobil yang silih berganti

Aku tak pernah paham
Semalas itukah Ia mencari kerja
Atau nasib yang lagi-lagi harus ikut serta
Namun satu hal yang aku pahami
Semangat dan kerja keras yang seakan tak pernah terganti

Ditengah ratusan bahkan ribuan manusia
Yang masih mengeluh akan semua yang dimilikinya
Yang masih kurang akan semua kekayaannya
Terselipkan lelaki kecil
Dengan seluruh tenaga bertaruh nyawa
Menunggu secercah harapan itu tiba
Yang membawanya ke akhir yang bahagia

With love, Assya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengharapan Bagian 2/2

“Aku  mau  ini,  boleh?”  anak  kecil  bawel  itu  kembali  menanyakan  hal  yang  sama  kepadaku. “ No !” “Oke” 1  menit  kemudian “ How  about  this?”   tanyanya  lagi. “ Listen  my  baby  girl !  Kamu  udah  makan  permen  coklat  hampir  satu  toples  pada  hari  ini.  Nanti  kalau  gigi  kamu  semakin  menghilang,  bagaimana?” Entah  hanya  perasaanku  atau  bagaimana,  aku  mencium  bau  khas.  Yang  sudah  2  tahun  ini  tidak  ku  cium. “Itu  anak  kamu?” Seperti  petir  disiang  yang  terik.  Bergemuruh  bersamaan  dengan  detak  jantung  yang  tidak  karuan. Ya,  benar!  Aku  tidak  sa...

MCU dengan Kearifan Lokal

Lahirnya Jagoan Pembela Keadilan di Indonesia Siapa yang tidak tau tentang MCU? Pasti hampir semua orang dari berbagai kalangan tau atau setidaknya pernah mendengar kata itu. Film yang mengangkat tema superhero dari Amerika ini sukses menyita perhatian. Mulai dari alur ceritanya maupun para aktor dan aktris yang membuat mata menjadi segar. Lalu jika Amerika mempunyai MCU, lalu bagaimana dengan Indonesia? Tak mau kalah dan pastinya tidak terkalahkan pula, Indonesia memiliki Jagat Sinema Bumilangit ( Bumilangit Cinematic Universe ) yang pada hari Senin, 29 Agustus 2019 mengeluarkan seri pertamanya yang berjudul Gundala. Film besutan Joko Anwar (Pengabdi Setan, 2017) ini sukses membuat saya berdecak kagum sepanjang film tersebut ditayangkan. Mulai dari efek yang dibuat sangat detail, alur cerita yang complicated namun penyampaian yang sangat bagus, dan para pemain yang tidak setengah-setengah. Ditambah dengan film ini merupakan film pertama di Indonesia yan menggunakan tata suara...

‘Jadwal’ Media Indonesia dan Tokoh Terkenal

     pict: pixabay.com        Komunikasi massa merupakan salah satu kebutuhan masyarakat terkhusus dalam penerimaan informasi dari dunia luar yang tidak memungkinkan untuk mendapatkannya secarapersonal. Seperti yang telah diketahui bahwa penyampaian komunikasi massa menggunakan media yang disebut media massa. Media massa pun sudah banyak bentuknya mulai dari media massa konvensional atau cetak (seperti koran, majalah, tabloid, dan sebagainya), media massa elektronik (seperti televisi dan radio), hingga yang terbaru ialah media massa digital yang merupakan penggunaan media digital seperti Twitter, YouTube, dan aplikasi digital lainnya dalam mempublikasikan berita. Dari komunikasi massa tersebut, terdapat beberapa teori yang membahas mengenai penyebaran dan penyampaian berita oleh media, penyesuaian media terhadap khalayak, penggiringan opini masyarakat melalui berita dari media, dan masih banyak lagi. Salah satu teori dari komunikasi massa ialah agenda ...